Kondisi Evakuasi Medan Miring memberikan tantangan gravitasi yang besar bagi para penolong. Jika seorang korban ditemukan di lereng, risiko merosot atau terjatuh kembali sangatlah tinggi. Oleh karena itu, langkah pertama yang diajarkan di Kranggan adalah mengamankan posisi penolong dan korban terlebih dahulu. Pengetahuan mengenai titik tumpu dan distribusi berat badan menjadi dasar utama sebelum melakukan tindakan medis apa pun. Tanpa pengamanan yang tepat, niat baik untuk menolong justru bisa berakhir dengan bertambahnya jumlah korban akibat kecelakaan susulan saat proses pengangkatan.
Kunci utama dari stabilitas dalam evakuasi ini terletak pada penguasaan teknik yang mumpuni. Siswa diajarkan bagaimana menggunakan tali prusik, tali kernmantle, maupun tali tambang standar untuk membuat sistem penambatan (anchoring). Sistem ini berfungsi untuk menahan beban tandu agar tetap stabil saat diturunkan atau dinaikkan melalui lereng yang curam. Penggunaan simpul-simpul khusus seperti simpul delapan, simpul pangkal, dan simpul bowline menjadi kurikulum wajib yang harus dihafal di luar kepala. Kesalahan kecil dalam pembuatan simpul dapat berakibat fatal pada kekuatan ikatan saat menahan beban manusia.
Selain itu, aspek tali temali juga diaplikasikan dalam pembuatan tandu darurat yang lebih kokoh untuk medan ekstrem. Tandu yang digunakan harus memiliki pengaman tambahan berupa tali pengikat tubuh (body harness) bagi korban. Hal ini bertujuan agar posisi korban tetap berada di tengah tandu meski posisi tandu harus miring mengikuti kemiringan tanah. Anggota PMR di Kranggan dilatih untuk bekerja secara tim; ada yang bertugas sebagai pengatur tali utama, pengatur arah tandu, dan tim medis yang terus memantau kondisi vital korban selama proses perpindahan berlangsung.
Koordinasi komunikasi dalam evakuasi di medan sulit sangat menentukan kecepatan waktu. Penggunaan aba-aba yang jelas dan singkat memastikan seluruh tim bergerak secara sinkron. Dalam simulasi yang dilakukan di sekolah, para siswa juga ditekankan untuk selalu melakukan penilaian risiko lingkungan (site survey). Mereka harus memastikan bahwa pohon atau batuan yang digunakan sebagai titik tambat benar-benar kuat dan tidak mudah goyah. Keamanan teknis adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dalam setiap misi evakuasi darurat.