Lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan emosional siswa adalah fondasi bagi keberhasilan akademik. SMPN 1 Kranggan telah menjadikan prioritas ini sebagai inti kebijakan mereka melalui upaya Menciptakan Sekolah Ramah Anak. Pendekatan yang digunakan oleh sekolah ini tidak sekadar bersifat administratif, melainkan didasarkan pada Pendekatan Psikologi Pendidikan yang terstruktur, menargetkan pencegahan perundungan, peningkatan kesejahteraan emosional, dan dukungan kesehatan mental.
Menciptakan Sekolah Ramah Anak di SMPN 1 Kranggan dimulai dengan pelatihan mendalam bagi seluruh staf, dari guru hingga petugas kebersihan, tentang prinsip-prinsip hak anak dan disiplin positif. Sekolah ini mengimplementasikan Pendekatan Psikologi Pendidikan dengan mengganti metode hukuman yang represif dengan restorative justice dan konseling. Tujuannya adalah membantu siswa memahami dampak perilaku mereka dan bertanggung jawab atas tindakan tersebut, daripada hanya menimbulkan rasa takut.
Inti dari Pendekatan Psikologi Pendidikan ini adalah sistem deteksi dini dan intervensi untuk isu kesehatan mental dan perundungan. SMPN 1 Kranggan membentuk tim Peer Counselor (Konselor Sebaya) dari kalangan siswa yang dilatih untuk mendengarkan dan merujuk teman mereka yang membutuhkan bantuan profesional. Guru Bimbingan Konseling (BK) juga diperkuat dengan skill konseling krisis dan identifikasi tanda-tanda stres atau kecemasan yang mendalam pada remaja. Ini adalah langkah krusial dalam Menciptakan Sekolah Ramah Anak.
Untuk memastikan keberlanjutan Sekolah Ramah Anak, SMPN 1 Kranggan secara teratur mengukur iklim sekolah melalui survei anonim. Data ini digunakan untuk mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan, seperti peningkatan komunikasi antara siswa dan guru, atau mengurangi tekanan akademik yang berlebihan. Penerapan Pendekatan Psikologi Pendidikan juga mencakup integrasi materi social-emotional learning (SEL) ke dalam kegiatan kelas, membantu siswa mengelola emosi, menetapkan tujuan positif, dan menunjukkan empati.
Keterlibatan orang tua juga merupakan pilar penting. Sekolah mengadakan workshop bagi orang tua tentang pengasuhan positif dan penanganan masalah remaja, menciptakan sinergi antara rumah dan sekolah. Lingkungan yang konsisten dan suportif dari kedua pihak sangat vital dalam upaya Menciptakan Sekolah Ramah Anak. Upaya ini memastikan bahwa setiap anak mendapatkan dukungan psikologis yang diperlukan untuk tumbuh kembang optimal.