Kegiatan gotong royong ini bukan sekadar membersihkan sampah, melainkan sebuah bentuk edukasi mitigasi bencana yang sangat praktis. Di SMPN 1 Kranggan, para guru memberikan pemahaman bahwa penyumbatan pada drainase sering kali menjadi penyebab utama genangan air yang merusak fasilitas sekolah. Dengan mengajak siswa untuk bersihkan saluran air, sekolah ingin menanamkan kesadaran bahwa tindakan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya memiliki dampak besar bagi kenyamanan bersama, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Siswa diajak untuk terjun langsung memilah sampah organik dan anorganik yang menyumbat aliran air. Melalui proses ini, mereka belajar mengenai dampak buruk plastik terhadap lingkungan. Guru-guru di SMPN 1 Kranggan juga menjelaskan bagaimana siklus air bekerja dan mengapa kelancaran bersihkan saluran air pembuangan sangat krusial bagi kesehatan lingkungan sekolah. Pengalaman lapangan ini jauh lebih efektif dibandingkan hanya membaca teori di dalam buku teks, karena siswa merasakan langsung tantangan dalam menjaga kebersihan fasilitas publik.
Membangun Semangat Gotong Royong
Dalam kegiatan ini, nilai kebersamaan dan kerja sama tim sangat ditonjolkan. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok yang bertanggung jawab atas zona-zona tertentu. Kerja bakti jelang hujan ini menjadi momentum bagi siswa untuk saling membantu tanpa memandang kelas atau tingkatan. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia benar-benar dihidupkan kembali dalam aksi nyata ini. Dengan bekerja bersama, beban yang berat terasa lebih ringan, dan kebersihan lingkungan sekolah dapat tercapai dalam waktu yang lebih singkat.
Pihak sekolah juga melibatkan warga sekitar agar tercipta sinergi yang baik antara institusi pendidikan dan masyarakat. Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana belajar yang sehat dan bebas dari sarang penyakit, seperti nyamuk demam berdarah yang sering muncul saat musim hujan. Siswa di SMPN 1 Kranggan pun merasa bangga karena dapat memberikan kontribusi nyata bagi keamanan lingkungan mereka. Kebiasaan menjaga kebersihan ini diharapkan akan terus terbawa hingga ke lingkungan rumah masing-masing, menciptakan budaya masyarakat yang peduli terhadap kelestarian alam.