Dunia komunikasi radio dan penyiaran masih memiliki daya tarik tersendiri di tengah gempuran media sosial visual. Sekolah sebagai pusat pengembangan bakat siswa menyadari bahwa keterampilan berbicara di depan mikrofon adalah salah satu cabang dari kecerdasan linguistik yang sangat berharga. Melalui program Sosialisasi Penyiaran Sekolah, SMPN 1 Kranggan berupaya menghidupkan kembali tradisi radio sekolah sebagai media informasi dan hiburan internal yang edukatif. Kegiatan ini dirancang untuk melatih keberanian siswa dalam menyuarakan ide, mengelola informasi, dan membangun koneksi dengan audiens melalui kekuatan suara.

Kegiatan yang berpusat di SMPN 1 Kranggan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan kemampuan berbicara yang tertata dan penuh percaya diri. Radio sekolah bukan hanya sekadar sarana memutar lagu saat istirahat, melainkan sebuah laboratorium komunikasi. Di sini, siswa belajar bagaimana cara menyusun program yang menarik, memilih diksi yang tepat agar mudah dimengerti, hingga teknik membaca berita dengan intonasi yang pas. Sekolah ingin menciptakan sebuah ekosistem di mana setiap informasi penting mengenai kegiatan akademik dan kesiswaan dapat tersampaikan secara efektif melalui gelombang udara di lingkungan sekolah.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah Pelatihan Jadi Announcer. Menjadi seorang penyiar atau penyiar radio (announcer) memerlukan lebih dari sekadar suara yang merdu. Siswa diajarkan teknik “Smiling Voice”, yaitu cara berbicara dengan ekspresi wajah tersenyum sehingga suara yang dihasilkan terdengar ramah dan hangat bagi pendengar. Selain itu, mereka juga mempelajari teknik pernapasan perut agar dapat berbicara dalam durasi yang lama tanpa merasa lelah atau kehabisan napas. Melalui pelatihan ini, para siswa SMPN 1 Kranggan mulai mengenal dunia broadcasting secara profesional sejak usia remaja, yang bisa menjadi modal awal untuk karier mereka di masa depan.

Dalam sesi praktik Penyiaran Sekolah, para peserta juga diajak untuk memahami aspek teknis di balik layar. Mereka belajar cara mengoperasikan perangkat mixer audio, mengatur volume musik latar (backsound), serta menjaga durasi siaran agar tetap sesuai jadwal. Kemampuan untuk tetap tenang saat terjadi kendala teknis juga menjadi bagian dari pelatihan mental bagi mereka. Materi mengenai Jadi Announcer yang profesional mencakup pula etika dalam berbicara di ruang publik, termasuk cara menghindari topik yang sensitif dan tetap menjaga kesantunan bahasa sebagai cerminan identitas pelajar yang berbudaya.

Kategori: Pendidikan